Myspace Extended Network Banners
Myspace Network Banners

Myspace Icons

Pages

Myspace Extended Network Banners
Myspace Network Banners

Myspace Icons

Kamis, 22 Maret 2012

KOMPONEN-KOMPONEN PTRK - Components of CAR


A.     Pendahuluan
Ada beberapa hal penting yang terkait dengan pelaksanaan PTRK, karena itulah hal-hal tersebut diposisikan sebagai komponen PTRK yang  juga erat kaitannya dengan sistematika laporan PTRK.  Komponen-komponen dimaksud adalah: masalah, kajian/tinjauan pustaka, hasil/temuan, pembahasan, kesimpulan dan saran, yang akan dipaparkan berikut ini disertai dengan paparan tentang daftar pustaka.

B.     Masalah dalam PTRK
1.       Menemukan Masalah
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menemukan masalah (problem finding) yang juga merupakan tindakan ”diagnosis” adalah:
a.       Merenunglah
Setiap hari guru menemukan berbagai masalah dalam pembelajaran.  Karena itu, pada dasarnya tidak ada alasan bagi peneliti – termasuk mahasiswa calon guru yang sudah berkomu-nikasi dengan guru di sekolah, atau bahkan ia sendiri merupakan guru di sekolah itu sendiri – untuk tidak dapat menemukan masalah untuk PTRK. 
b.       Berdiskusilah
Jika masih mengalami kebingungan, konsul-tasikanlah kepada orang yang mempunyai kompetensi untuk itu seperti teman sesama guru, pimpinan sekolah, pengawas, atau bagi mahasiswa calon guru, berdiskusilah dengan guru, teman sesama mahasiswa, dosen Penasehat Akademik atau dosen mata kuliah terkait.
c.       Berfikirlah tentang Apa yang Dapat Diperbaiki
Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan untuk menemukan masalah/fokus penelitian adalah sebagai berikut:
1)      Saya ingin memperbaiki … (I would like to improve ...)
2)      Beberapa orang siswa tidak menyukai … (Some students are unhappy about ...)
3)      Saya sungguh merasa aneh mengenai … (I'm really curious abou t...)
4)      Saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai … (I want to learn more about ...)
5)  Ada sesuatu yang saya fikir dapat dilakukan untuk membuat perubahan yaitu … (Something I think would really make a difference is ...)
6)     Yang dapat saya perbuat untuk melakukan perubahan adalah … (Some I would like to do to change is ...)
7)    Pada saat sekarang, ada beberapa hal yang sangat menarik bagi saya yaitu … (Right now, some areas I'm particularly interested in are ...)
8)      Saya dipusingkan oleh … (I am perplexed by ...)
9)      Suatu ide akan saya cobakan di kelas saya yaitu … (An idea I would like to try out in my class is ...)
Karena kegiatan Pra PTRK pada dasarnya adalah juga kegiatan refleksi, maka ada beberapa pertanyaan untuk melakukan refleksi dimaksud, yaitu:
1)      As you think about your teaching, how do you know when something really went well?  What do you feel you are good at? How did you get good at it?
2)      As you think about your work, what stands out?  Briefly, how would you describe yourself as a teacher?
3)    What role do your feelings and intuitions play in the way you think about teaching?  What intrigues you about teaching, learning, and students?  What are you working on now?
4)    What dilemmas and problems are you facing in your work?  How might we approach working on solving these?
5)     What would you like to know more about when it comes to teaching your grade level or subject area?
Kemmis & Taggart menyarankan refleksi dengan 3 urutan pertanyaan berikut ini:
1)   Apa yang sekarang terjadi di kelas saya (What happen in my class)?
2)      Dalam hal apa kejadian itu merupakan suatu masalah (In what condition, it can be a problem)?
3)  Apa yang dapat dilakukan untuk memecahkannya (What can I do to solve the problem)?
Pertanyaan-pertanyaan reflektif (reflective questions) di atas lebih rinci dapat dilihat dari pendapat Jack Whitehead & Jean McNiff berikut ini:
1)   Apa yang menjadi fokus perhatian saya (What concerns me)?
2)   Mengapa saya memperhatikannya (Why am I concerned)?
3)  Bisakah persepsi saya tentang hal tersebut dikonfirmasi (Can I confirm my perception)?
4)   Kekeliruan apa yang telah saya buat (What mistakes have I made)?
5)   Jika saya melakukan hal tersebut lagi, perbedaan apa yang dapat saya buat (If I were able to do it again, what would I do differently)?
6)   Pilihan tindakan apa yang saya punya (What are my current options)?
7)   Bukti apa yang harus saya kumpulkan untuk mengkonfirmasi apa yang saya rasakan (What evidence can I collect to confirm my feelings)?
8)  Siapa saja yang dapat saya ajak untuk berbagi pendapat (Who might be willing to share their ideas with me)?
9)   Apa yang pernah saya kerjakan dengan sukses (What have been my successes)?
10) Bagaimana caranya mengulang sukses tersebut (How might I replicate these successes)?
11) Bagaimana cara lain untu memperbaiki sekolah saja (In what other ways might I improve my school)?
b.       Berfikirlah dalam Konteks Masalah Pembelajaran
Masalah pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi:
1)  Masalah Proses Pembelajaran
Contoh: Siswa kurang termotivasi, siswa tidak mengerjakan tugas yang diminta, siswa mencontek/ bekerja sama saat ulangan, dll.
2)   Masalah Hasil Pembelajaran
Nilai rata-rata kelas tidak mencapai ketuntasan, beberapa siswa  tidak mencapai KKM,  kemampuan siswa membaca al-Qur’an tidak maksimal, dll.
c.       Fikirkan Sesuatu yang Layak (Feasible) untuk Dipecahkan
Masalah diluar konteks kewenangan guru dalam pembelajaran pada dasarnya tidak layak untuk diteliti.  Misalkan: masalah kekurangan buku, cukup dilakukan pembelian buku oleh pimpinan sesuai anggaran sekolah, maka masalahnya sudah teratasi tanpa perlu melakukan PTRK. 
Selain itu masalah yang diluar kemampuan guru untuk mengatasinya seperti suasana kelas yang bising akibat berdekatan dengan pabrik, juga pada dasarnya bukan wewenang guru untuk mengatasinya.
d.      Pilihlah Masalah yang Strategis
Contoh masalah yang strategis adalah kekurang-mampuan siswa dalam membaca al-Qur’an.  Hal ini strategis mengingat kemampuan membaca al-Qur’an menjadi dasar bagi banyak materi pelajaran PAI lainnya.  Selain itu kurangnya motivasi belajar juga merupakan masalah yang strategis, karena terkait dengan dampaknya terhadap proses dan hasil belajar siswa.
e.       Pilihlah Masalah yang Tidak Terlalu Luas dan Terlalu Sempit
Masalah yang terlalu luas mengakibatkan waktu, tenaga, dan biaya yang diperlukan untuk mengatasinya menjadi lebih besar.  Walaupun keluasan itu bersifat relatif (untuk mahasiswa calon guru standardnya adalah 6 bulan atau 1 semester), namun jika guru merasa tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menyelesaikannya, maka dapat dikatakan bahwa masalah tersebut terlalu luas bagi guru/calon guru yang bersangkutan.  Sedangkan masalah yang terlalu sempit menjadi terlalu mudah untuk dikerjakan dan seringkali kehilangan nilai keberartiannya. 
f.        Pilihlah Masalah yang Disenangi
Mengerjakan sesuatu yang disenangi tentulah menimbulkan motivasi yang lebih baik dan pada giliran berikutnya dapat meningkatkan daya upaya, dan hasil yang dicapai.  Oleh karena itulah, maka masalah yang dipilih adalah masalah yang disenangi oleh peneliti.
2.       Identifikasi, Pembatasan, dan Perumusan Masalah
a.       Identifikasi Masalah (Problem Identification)
Identifikasi masalah yang dimaksudkan disini sebenarnya adalah “identifikasi penyebab timbulnya masalah”.  Jika diperhatikan dalam konteks sistem, maka 2 kelompok masalah pembelajaran – proses dan hasil – sebenarnya memiliki hubungan kausal,  termasuk juga dengan  input-nya sebagaimana yang digambar-kan berikut ini.


Jadi, bila masalah yang dihadapi adalah hasil pembelajaran, maka perlu dikaji penyebabnya dari proses pembelajaran atau input pembelajaran (jika perlu).  Namun jika masalahnya terkait dengan proses pembelajaran, maka harus dikaji penyebabnya dari input-input pembelajaran baik yang berupa: Siswa (Raw Input), Lingkungan (Environmental Input), maupun input yang bersifat instrumen (Instrumental Input).
b.       Pembatasan Masalah (Problem Focusing)
Karena dapat begitu kompleksnya penyebab suatu masalah, maka peneliti harus memilih untuk menangani salah satunya saja dengan cara:
1)      Susun skala prioritas penanganan penyebab timbulnya masalah berdasarkan dampak, tingkat kepentingan, nilai strategis, atau nilai prasyarat.
2)      Tentukan penyebab masalah yang mana yang harus diutamakan penanganannya.
3)      Ajukan tawaran solusi/penanganannya.
4)      Berikan alasan rasional (relevansinya) mengapa solusi dimaksud yang ditawarkan.  Hal ini penting, karena jika tidak maka tindakan yang dilakukan tidak lebih hanya sebagai pembelajaran biasa (standard) saja, bukan PTRK.
c.       Perumusan Masalah (Problem Defining)
Tuliskan masalah baik dalam bentuk:
1)      Pertanyaan atau
2)      Pernyataan,
yang mencakup minimal: tujuan umum dan upaya yang dilakukan.  Selain itu pada perumusan masalah juga dapat ditambahkan populasi penelitian, lokasi penelitian, serta waktu penelitian.

C.  Kajian/Tinjauan Pustaka
Kajian/Tinjauan pustaka pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kegiatan “prognosis” yang berguna untuk:
1.       Melakukan analisis secara tajam.
2.        Menjustifikasi perlakuan (treatment) yang dibe-rikan.
Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan bahwa apa yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah/professional.  Hal ini penting, agar PTRK yang dilakukan tidak sekedar sebagai pembelajaran standard (biasa) sebagaimana yang telah disebutkan sebelum ini.
Komponen dari kajian/tinjauan pustaka adalah:
1.       Hasil penelitian terdahulu yang relevan.
2.        Teori-teori.
3.       Konsep peneliti.
4.       Hipotesis.
Komponen 3 dan 4 di atas, dirumuskan berdasarkan pada komponen 1 dan 2.
Sedikit berbeda dengan kajian pustaka dimana teori-teori yang mendasari penelitian cukup kuat (sebagaimana pada Theory Driven Classroom Action Research), maka tinjauan pustaka pada dasarnya tidak memiliki dasar teori yang cukup kuat atau bahkan tidak ada sama sekali.  Dengan demikian, tinjauan pustaka lebih banyak didasarkan pada konsep peneliti mengenai data yang telah didapat/berdasarkan pada pengalamannya (sebagaimana pada Data Driven Classroom Action Research).
Pustaka yang dimaksud secara harfiah berarti buku.  Buku yang dimaksudkan dalam hal ini tidak hanya berupa buku sebagaimana dikenal   selama   ini,   tetapi    juga   mencakup   makalah,  majalah, bulletin, jurnal, bahkan termasuk electronic/virtual book yang bisa didapat melalui internet.

D.  Rencana Tindakan dan Metode Penelitian PTRK
  1. Rencana Tindakan
Rencana Tindakan diperlukan sebagai suatu analisis yang dilakukan secara seksama mengenai cara mengatasi masalah.  Fungsinya adalah sebagai acuan dalam mengatasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran.  Tujuannya adalah agar upaya mengatasi masalah dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Penuangannya dapat dilakukan dengan cara:
a.   Eksplisit dan detail jika peneliti merasa yakin (Umumnya pada Quantitative Classroom Action Research).
b.    Eksplisit tetapi tidak detail, karena detailnya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi (Umumnya pada Mixed Approach atau Quantitative-Qualitative Classroom Action Research).
c.       Tidak  eksplisit  karena  peneliti  tidak  merasa  yakin  dengan situasi dan kondisi yang akan dihadapi  (Umumnya pada Qualitative Class-room Action Research).
2.      Metode Penelitian
Metode penelitian adalah prosedur yang ditempuh untuk memecahkan masalah penelitian.  Secara formal, komponen-komponennya diberi nama sesuai dengan pendekatan penelitian yang digunakan, baik itu pendekatan kuantitatif, kualitatif, atau gabungan keduanya.
3.      Rencana Tindakan sebagai Reduksi Metode Pene-litian
Dengan memperhatikan uraian pada poin 1 dan 2 di atas, dapat diketahui bahwa rencana tindakan sebenarnya adalah metode penelitian dalam format yang berbeda dari yang selama ini dikenal dalam penelitian formal (formal research).  Karena uraiannya lebih aplikatif dan sederhana, maka dapat dikatakan bahwa rencana tindakan adalah reduksi dari metode dalam PTRK.

E.      Hasil/Temuan PTRK
Hasil/Temuan PTRK dipaparkan per cycle, yang dapat memuat:
1.      Display Data
a.       Visual: Tabel, Grafik, Diagram, dll.
b.      Hasil-hasil yang Otentik: Karangan Siswa, Gambar/Lukisan, Karya Siswa, Photo Proyek yang Dilakukan Siswa, dll.
2.      Analisis
a.       Kuantitatif
Analisis secara kuantitatif menggunakan mate-matika/statistika yang lebih bersifat deskriptif dibandingkan inferensial karena PTRK cende-rung berupa sensus (menggunakan populasi) dibandingkan survei (menggunakan sampel). 
Matematika/Statistika yang digunakan terutama dalam konteks PTRK sebagaimana dimaksudkan dalam Petunjuk Praktis ini, dapat berupa: frekuensi absolut maupun relatif, ukuran pemusatan data, ukuran lokasi data, ukuran penyimpangan data, ukuran distribusi, uji t, analisis variansi, analisis regresi, dan pengukuran asimetrik (Symmetric Measure) dengan menggunakan tabulasi silang.
Kualitas kesimpulan yang didapat terkait dengan beberapa hal seperti:
1)      Validitas instrumen yang digunakan (face validity, content validity, construct validity, concurrent validity, predictive maupun postdictive validity).
2)      Reliabilitas instrumen yang digunakan (test-retest, alternate    forms,    interitem    atau internal consistency, maupun interobserver).
3)     Pemenuhan asumsi-asumsi analisis data (distribusi, identhicity, independency, equality of variance/homogeneity of variance, maupun linearity).
b.      Kualitatif
Analisis secara kualitatif dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
1)      Pengumpulan Data.
2)      Reduksi Data.
3)      Display Data.
4)      Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi.
Kegiatan verifikasi terkait dengan validasi kesimpulan yang menurut Lincoln & Guba (1985) serta Hoepfl (1997) secara naturalistik didapat dengan cara melakukan pemeriksaan keabsahan data yang  berkaitan dengan:
1)   Kredibilitasnya (Credibility) dengan menggu-nakan teknik:
a)   Perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan.
b)   Observasi diperdalam.
c)   Triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, maupun teori).
d)   Pembahasan kolaboratif dengan kolega /teman sejawat, konsultan/pembimbing, maupun dengan pimpinan sekolah.
e)   Analisis kasus negatif.
f)   Pelacakan kesesuaian hasil.
2)   Kelayakan hasil penelitian untuk dapat ditransfer ke latar lain (transferability).
3)   Ketergantungan hasil penelitian pada konteksnya (dependability).
4)  Dapat tidaknya hasil penelitian dikon-firmasikan kepada sumbernya (confirm-ability) – diperiksa oleh sumber datanya (member check).
Jika mengikuti pendapat dari Anderson, Herr, & Nihlen (1995), jaminan validitas kesimpulannya didasarkan pada validasi proses (process validity), validasi hasil (outcome validity), validasi dialogik (dialogic validity), validasi demokratik (democratic validity/consentual validity), maupun validasi katalitik (catalytic validity).
Teknik analisis data yang dapat digunakan pada analisis kualitatif  ini antara lain:
1)   Analisis Domain,
2)   Analisis Taksonomi,
3)   Analisis Komponensial, dan
4)   Analisis Tematik,
dengan menggunakan tools seperti:
1)      Logika,
2)      Etika,
3)      Estetika, dan
4)      Statistika untuk data kualitatif,
dan gaya analitik sebagai berikut:

F.      Pembahasan Hasil/Temuan PTRK
Meskipun dua hal di atas (display dan analisis data hasil gathering dari planning, actuating, dan evaluating) juga merupakan bagian dari proses refleksi, namun yang merupakan inti dari kegiatan refleksi adalah pembahasan.  Karena itu bagian ini merupakan bagian yang urgen dan perlu mendapatkan porsi yang lebih besar dalam suatu skripsi/laporan hasil PTRK.  Seperti  argumen  dari   tindakan  yang  dilakukan,  kajian/tinjauan pustaka, maka bagian ini juga yang membedakan antara PTRK dengan tindakan dalam pembelajaran standard.
Refleksi secara ringkas dapat diartikan sebagai pengujian dan penilaian oleh diri sendiri (self examination & self evaluation) terhadap bukti (evidence) yang telah dikumpulkan. Refleksi hendaknya dilakukan dengan pemikiran yang mendalam dan berhati-hati (deep & careful).
Pembahasan hasil PTRK yang merupakan rangkaian proses refleksi, perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:
1.   Hasil penelitian akan kurang bermakna bila tidak dilengkapi dengan penjelasaan tentang bagaimana proses mencapainya.
2.      Porsi penjelasan proses seharusnya lebih banyak dari visualisasi data, analisis statistik, dan hasil otentik lainnya.  Oleh karena itu visualisasi, analisis statistik, maupun hasil otentik yang bukan merupakan kunci (hasil yang bersifat utama/pokok) sebaiknya dicantumkan pada lampiran saja.

G.    Kesimpulan dan Saran PTRK
1.    Kesimpulan PTRK tentu saja harus:
a. Merupakan jawaban/pemecahan masalah PTRK yang telah dipadukan dengan pembahasan – jawaban terhadap masalah/sub masalah PTRK an sich, disebut dengan temuan penelitian.
b.   Hasil pengujian hipotesis tindakan yang juga telah dipadukan dengan pembahasan.
Namun demikian kesimpulan yang semata-mata hanya menampilkan hasil yang merupakan jawaban terhadap masalah dan submasalah maupun pengujian hipotesis walau sudah dilengkapi berdasarkan pembahasan – sebagaimana dalam penelitian formal – akan terasa kering dan kurang bermakna.  Dalam kaitannya dengan hal ini, maka kesimpulan PTRK juga seharusnya mencantumkan prosesnya.
  1. Saran dalam PTRK harus bersifat kontekstual (terkait dengan materi yang diteliti) dan didasarkan atas pembahasan terhadap temuan penelitian.  Dengan kata lain saran tidak bersifat umum, seperti:
a.       Sebagai masukan bagi lembaga  untuk membuat kebijakan.
b.      Sebagai bahan masukan bagi guru dalam memperbaiki proses belajar mengajarnya.
c.       Sebagai dasar bagi pihak perguruan tinggi dalam rangka mencetak lulusannya.
d.      Sebagai bahan pemikiran bagi pembaca untuk melakukan penelitian lanjutan.

H.    Daftar Pustaka
Daftar pustaka mencerminkan justifikasi teoritis terhadap materi dan metodologi PTRK yang digunakan.  Hal tersebut berarti juga memperlihatkan kemampuan peneliti (baik secara materi maupun metodologi dalam melakukan penelitiannya).  Oleh karena itu sebaiknya daftar pustaka berisikan pustaka-pustaka yang:
1.      Jumlahnya memadai.
2.      Berkaitan dengan:
a.       Materi yang diteliti, dan
b.       Metodologi penelitian, khususnya PTRK.
3.    Diacu pada kutipan di laporan PTRK (termasuk skripsi).
4.    Tahun penerbitan sebaiknya tidak melebihi 8 tahun – sesuai teori siklus perubahan sosial – kecuali untuk pustaka yang bersifat fundamental dan memiliki materi yang relatif bersifat ajeg.

 DOWNLOAD file-file lengkap PTRK dalam bentuk e-book dengan meng-click link berikut:
http://www.ziddu.com/download/19009813/PenelitianTindakandiRuanganKelasPTRK.pdf.html

0 komentar:

Poskan Komentar