Myspace Extended Network Banners
Myspace Network Banners

Myspace Icons

Pages

Myspace Extended Network Banners
Myspace Network Banners

Myspace Icons

Rabu, 21 Maret 2012

PENELITIAN TINDAKAN DI RUANGAN KELAS - Classroom Action Research


A.     Pendahuluan

   Setelah mempelajari tentang PT, maka berikutnya yang perlu diketahui adalah mengenai Penelitian Tindakan di Ruangan Kelas (PTRK).  Karena itulah, maka uraian berikut ini akan memaparkan berbagai konsep tentang PTRK yangmencakup: pengertian, fokus utama dan tujuan, rasionel, prinsip dasar, jenis-jenis, serta cycle dan cycles PTRK

B.     Pengertian Penelitian Tindakan di Ruangan Kelas (PTRK)
     Karena merupakan PT yang diterapkan di ruangan kelas (Classroom) tertentu, maka PTRK dapat diartikan sebagai:
1.   Suatu bentuk inkuiri ”reflektif” yang dilakukan secara ”kemitraan” oleh guru/calon guru dalam proses belajar mengajar di kelas.
2.  Kajian dari sebuah situasi pembelajaran di kelas dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi pembelajaran tersebut.
3.  Penelitian pembelajaran yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau usaha untuk memahami apa yang terjadi dalam pembelajaran di kelas, sambil terlibat dalam upaya perbaikannya.
PTRK adalah salah satu bentuk penerapan PT dalam bidang pendidikan (Educational Action Research) khususnya dalam proses belajar mengajar (Teaching-Learning Action Research) di ruangan kelas, oleh karena itu beberapa ahli mengartikannya dalam konteks tersebut, seperti pada 3 pengertian terdahulu dan 4 pengertian berikut ini. 
PTRK juga cukup sering difahami sebagai tindakan self-reflective sebagaimana yang tertuang pada pengertian 1 di atas serta 4 pengertian di bawah ini. 
Dalam dua perspektif dimaksud PTRK dapat dikaitkan dengan beberapa pengertian sebagai berikut:
1.    Essentially eclectic way in to a self-reflective program aimed at such educational improvement.
2.    Attempts to identify the criteria of these activities; to formulate systems that will account for the improvement that is an anticipated outcome of the self-reflective program.
3.    A form of self-reflective enquiry undertaken by participants (teachers, students or principals, for example) in social (including educational) situations in order to improve the rationality and justice of (a) their own social or educational practices, (b) their understanding of these practices, and (c) the situations (and institutions) in which these practices are carried out (Carr & Kemmis, 1986).
4.   Kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh “sekelompok” guru/calon guru dengan melakukan tindakan dalam pembelajaran berdasarkan “refleksi mereka” tentang tindakan tersebut (Ebbut, 1985).

C.    Fokus Utama dan Tujuan PTRK
Fokus utama penelitian tindakan kelas adalah mendorong guru untuk menjadi terlibat dalam prakteknya sendiri, dan memandang dirinya sendiri sebagai peneliti.  Namun perlu diingat bahwa dalam konteks kolaboratif, ada guru-guru sebagai suatu tim peneliti, berperan sebagi pengajar dan ada pula yang berperan sebagai pengamat (Observer).  Sedangkan bagi mahasiswa calon guru, ia berperan sebagai peneliti pengamat dan ia berkolaborasi dengan dosen pembimbing, serta guru yang melaksanakan pembelajaran.
Tujuan PTRK antara lain adalah seperti yang dipaparkan berikut ini:
1.      Pengembangan Guru/Calon Guru
                         a.      Meningkatnya pemahaman guru/calon guru terhadap pembelajaran   di  kelas   (Carr  &  Kemmis,  1986:   Grundy  & Kemmis, 1982; Nixon, 1981).
          b.       Meningkatnya self-esteem yang dihasilkan dari keterlibatan aktif dalam penelitian, konferensi/ seminar profesional, dan mungkin publikasi (Elliot, 1985; McCutcheon, 1981; Sheard, 1981).
                 c.          Meningkatkan kepercayaan diri yang lebih besar terhadap kompetensi yang dimiliki dalam pemecahan masalah serta melaksanakan pembelajaran.
2.      Membaiknya Praktek Pembelajaran di Kelas
PTRK yang dilaksanakan guru/calon guru hasilnya tentu akan meningkatkan kondisi pembelajaran baik terkait dengan input, proses, maupun output-nya.  Dengan demikian salah satu tujuan dilaksanakannya PTRK adalah perbaikan praktek pembelajaran di kelas.
3.      Verifikasi, Modifikasi, bahkan Inovasi Teori Pembelajaran
Teori pembelajaran yang diterapkan tentunya dapat dilaksanakan seutuhnya atau terkadang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada sehingga dapat dicapai hasil yang diharapkan.  Pelaksanaan teori pembelajaran seutuhnya meng-hasilkan verifikasi teori, sedangkan penyesuaian yang dimaksudkan di atas berarti guru melakukan modifikasi teori pembelajaran.  Bahkan jika yang dilakukan belum ada teori tertulisnya, maka guru dapat dikatakan telah melakukan inovasi teoritik.  Walaupun demikian, “The fundamental aim of action research is to improve practice rather than to produce knowledge. The production and utilization of knowledge is subordinate to and conditioned by, this fundamental aim” (John Elliot, 1991).

D.    Rasionel PTRK
1.      Landasan pendidikan dari PTRK adalah perbaikan (improvement), landasan sosialnya adalah keterlibatan (involvement), dan operasinya menuntut perubahan (changes).
2.      Actions Research means ACTION, both of the system (human social order) under consideration and of the people (all personnel) involved in the systems.
3.  Classroom Action Research is an approach to improving education through change, by encouraging teachers to be aware of their own practice, to be critical of that practice, and to be prepared to change it.
4.      It is participatory, in that it involves the teacher in his own enquiry, and collaborative, in that it involves other people as part of shared enquiry.
5.      It is research WITH, rather than research ON.
6.      Ada dua manfaat utama PTRK:
               a.                           Suatu teori pendidikan tidak memiliki nilai riil, jika teori itu tidak dapat didemonstrasikan untuk mendapatkan implikasi praktis.
                        b.      Penelitian tindakan dalam bidang pendidikan (termasuk PTRK) adalah suatu pendekatan untuk memecahkan persoalan pendidikan yang tidak dapat diselesaikan oleh teori-teori sebelumnya.
Manfaat lainnya adalah:
a.       Inovasi pembelajaran.
b.       Pengembangan kurikulum.
c.       Peningkatan profesionalisme guru/calon guru termasuk dalam penulisan karya ilmiah, yang bagi guru berguna untuk kepentingan kenaikan pangkat maupun sertifikasi guru dalam jabatan.

E.      Prinsip Dasar PTRK
Ada 4 prinsip dasar PTRK, yaitu:
1.   Fokus terhadap masalah-masalah praktis.  Oleh karena itu seperti yang telah dipaparkan, bahwa tujuan utama PTRK adalah perbaikan praktek pembelajaran bukan pada verifikasi, modifikasi, maupun inovasi teori pembelajaran.
2.      Pengembangan profesionalitas guru. 
3.  Pada dasarnya PTRK adalah penelitian kolaboratif, karena pada dasarnya pula tidak ada seorang pun dapat memperbaiki suatu kondisi pembelajaran tanpa keterlibatan orang lain.
4.     Perlunya kerangka kerja yang mencakup pengaturan waktu dan yang mendukung komunikasi yang terbuka, sehingga dapat mengembangkan partisifan.

F.      Jenis-jenis PTRK
Jenis-jenis PTRK pada dasarnya mengacu pada jenis-jenis PTRK, sebagaimana yang dipaparkan berikut ini:
1.      Berdasarkan Paradigma
Berbagai paradigma yang dipaparkan sebelumnya, pada dasarnya juga dapat digunakan dalam PTRK.
2.      Berdasarkan Pendekatan Bidang Ilmu
Bidang ilmu yang dapat dijadikan pendekatan PTRK adalah bidang-bidang ilmu yang terkait dengan pembelajaran, antara lain:
                         a.      Filsafat Pendidikan.
                        b.      Sosiologi Pendidikan.
                         c.      Psikologi Pendidikan/Pembelajaran.
                        d.      Paedagogy.
                         e.      Kurikulum.
                         f.      Teknologi Pembelajaran.
                        g.      Metodologi Pembelajaran.
                        h.      Evaluasi Pembelajaran.
                          i.      dan berbagai bidang ilmu yang terkait dengan materi pembelajaran.
3.      Berdasarkan Pendekatan Metodologi
Pendekatan metodologi penelitian yang dapat digunakan dalam PTRK juga sama dengan yang digunakan dalam PT, yaitu: Quantitative Classroom Action Research (QnCAR), Qualitative Classroom Action Research (QlCAR), ataupun Mixed Approach Classroom Action Research (MACAR).
4.      Berdasarkan Maksud Dilakukannya
                         a.                Diagnostic Classroom Action Research (DCAR), yaitu PTRK yang dimaksudkan untuk mengamati permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran di kelas, mencatatnya, mengumpulkan data, menganalisis, menyimpulkan, lalu memberikan rekomendasi untuk pengambilan tindakan.
                        b.         Participatory Classroom Action Research (PCAR), yaitu PTRK yang dimaksudkan untuk memperbaiki jenis yang pertama dengan ide bahwa “guru” yang memiliki masalah juga harus berpartisifasi dalam tahap awal penelitian.
                         c.             Empirical Classroom Action Research (EmCAR), yaitu PTRK yang dimaksudkan untuk menggunakan pengalaman empirik dari sekelompok orang untuk mengatasi suatu masalah.  Pengalaman-pengalaman tersebut dianalisis, disimpulkan, untuk kemudian dijadikan dasar bagi tindakan bersama untuk memperbaiki pembelajaran di kelas.
                        d.      Experimental Classroom Action Research ExCAR), yaitu PTRK yang dimaksudkan untuk menentukan cara terbaik dari beberapa cara yang dapat ditempuh untuk memecahkan masalah.
5.      Berdasarkan Keterlibatan Personil
                         a.      Partisipatori
Participatory Classroom Action Research (PCAR) selain seperti yang telah  dipaparkan pada poin  4.b  juga dapat dimaknai  dalam dua konteks lainnya, yaitu:
1)    Mahasiswa calon guru sebagai peneliti terlibat langsung dalam proses pembelajaran, terutama karena mahasiswa yang bersangkutan adalah guru yang mengalami masalalah di kelas yang diteliti.  Jadi subjek yang berpartisifasi dalam hal ini adalah “mahasiswa/calon guru”nya.
2)  Guru melibatkan siswa secara aktif dalam memecahkan masalah kelas mereka sendiri. Jadi subjek yang berpartisifasi adalah “siswa”nya.
Jadi partisifatori terkait dengan pelibatan person yang memiliki/menghadapi masalah sejak tahap awal PTRK.
                        b.      Non Partisipatori
Berdasarkan pemaknaan di atas, maka Non Participatory Classroom Action Research (NPCAR) dapat dimaknai sebagai berikut:
1)    Mahasiswa calon guru sebagai peneliti tidak melibatkan “guru” yang mengajar pada kegiatan awal (perancangan PTRK).  Hal ini terjadi apabila mahasiswa yang bersangkutan bukanlah guru di kelas yang diteliti.
2)      Guru tidak melibatkan “siswa” dalam meme-cahkan masalah mereka sendiri.
6.      Berdasarkan Kerjasama
                         a.      Collaborative
PTRK disebut sebagai PTRK Kolaboratif jika terjadi kerjasama antar peneliti yang berperan sebagai pengajar dan pengamat atau antara mahasiswa calon guru dengan guru yang mengajar di sekolah, dan pembimbing penyusunan skripsi (yang berperan sebagai konsultan).
                        b.      Non Collaborative
PTRK yang dilakukan secara individual, dimana peneliti merangkap sebagai guru yang mengajar dan ia tidak memerlukan orang lain terlibat dalam penelitiannya. Namun dalam penyusunan skripsi, mahasiswa calon guru mesti berkolaborasi paling tidak dengan pembimbing, karena itu dalam konteks ini PTRK akan selalu berjenis kolaboratif.
7.      Berdasarkan Penggunaan Teori
                         a.     Theory Driven Classroom Action Research (TDCAR).
                        b.      Data Driven Classroom Action Research (DDCAR).
8.      Berdasarkan Jumlah Kelas
                         a.                   Single Class Classroom Action Research (SCCAR), yaitu PTRK yang dilakukan untuk mengatasi masalah di satu kelas saja, baik untuk satu mata pelajaran, satu kelompok mata pelajaran sejenis (bidang studi), maupun seluruh mata pelajaran yang diajarkan di kelas tersebut.
                        b.        Parallel Classes Classroom Action Research (PCCAR), yaitu PTRK yang dilakukan untuk mengatasi masalah di suatu kelas dan kelas-kelas paralelnya seperti kelas IA, IB, IC, dan ID,  baik untuk satu mata pelajaran, satu kelompok mata pelajaran sejenis (bidang studi), maupun seluruh mata pelajaran yang diajarkan di kelas-kelas tersebut.
                         c.                     Entire School Classroom Action Research (ESCAR), yaitu PTRK yang dilakukan untuk mengatasi masalah di suatu sekolah mulai dari kelas terendah sampai kelas yang tertinggi baik yang mempunyai kelas yang paralel maupun tidak, baik untuk satu mata pelajaran, satu kelompok mata pelajaran sejenis (bidang studi), maupun seluruh mata pelajaran yang diajarkan di sekolah tersebut.
                        d.      Government Unit Classroom Action Research (GUCAR), yaitu PTRK yang dilakukan untuk mengatasi masalah di suatu wilayah administrasi pemerintahan seperti satu desa/kelurahan, satu kecamatan, satu kabupaten/kota, satu provinsi/daerah istimewa, satu negara, beberapa negara dalam satu region, bahkan secara internasional, baik untuk satu mata pelajaran, satu kelompok mata pelajaran sejenis (bidang studi), maupun seluruh mata pelajaran yang sama yang diajarkan di wilayah tersebut.

G.    Cycle dan Cycles (Spiral) PTRK
1.      Observing dan Reflecting sebagai Langkah Awal PTRK
Tahapan PTRK telah berkembang dalam berbagai model yang disesuaikan dengan bidang ilmu dan kepentingan praktis penelitian.  Namun dalam buku ini digunakan model dari Kurt Levin yang terdiri dari 4 tahap sebagaimana yang dapat dilihat pada gambar di halaman berikut ini.

Karena merupakan Cycle, maka pada dasarnya peneliti dapat mulai dari tahap mana saja sesuai kepentingan penelitiannya. 
Namun khusus untuk penelitian berdasarkan pada paradigma positivistik yang dimulai dari menemukan masalah, mengkaji penting atau tidaknya masalah diteliti dan berbagai hal lain yang dicantumkan pada “BAB I PENDAHULUAN” pada laporan penelitian, maka langkah awal PTRK untuk kasus seperti ini adalah observasi dan melakukan refleksi terhadapnya. 
Sebagai satu cycle, maka PTRK dapat dilaksanakan dalam satu siklus saja terutama jika siklusnya memerlukan waktu yang panjang dengan segala konsekuensinya, maupun karena sumber daya yang terbatas.
2.      Cycles PTRK
Kemis & Taggart mengembangkan model dari Kurt Levin dalam Cycles yang disesuaikan kepentingan penelitian, yang disebut dengan istilah Spiral Action, dimana spiral terdiri dari beberapa cycles, yang tiap cycle-nya terdiri dari 4 tahap sesuai pendapat Kurt Levin.  Model dimaksud digambarkan di halaman berikut ini.
Berkaitan dengan lingkup 1 cycle ada beberapa pandangan berdasarkan lingkup perencanaan/evaluasinya, yaitu:

 1.  Rencana Tahunan (Program Tahunan), yang dievaluasi setelah 1 tahun pembelajaran berjalan.  Untuk evaluasi hasil pembelajarannya dikaitkan dengan kenaikan kelas/kelulusan.
2.      Rencana Semesteran (Program Semester) yang dievaluasi setelah 1 semester pembelajaran dilaksanakan.  Untuk evaluasi hasil pembelajar-annya digunakan hasil tes sumatif.
3.      Rencana Per Pokok Bahasan (Satuan Pembelajaran) yang dievaluasi setelah 1 pokok bahasan selesai diajarkan.  Untuk evaluasi hasil pembelajarannya digunakan hasil tes sub sumatif.
4.  Rencana Per Pertemuan (Rencana Pembelajaran) yang dievaluasi setelah selesai 1 pertemuan pembelajaran.  Untuk evaluasi hasil pembelajaran-nya digunakan hasil tes formatif.
Note:   Perencanaan pada poin 3 dan 4 kemudian disederhanakan dengan menggunakan istilah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Pertanyaannya adalah bagaimana jika penelitian hanya dilakukan 1 cycle? Berdasarkan konsep dasar dari Kurt Levin sebagai Bapak Action Research tentunya hal tersebut boleh dilakukan dan ini setara dengan Pre Experimental Research.
Tetapi bagaimana jika hasil tersebut dilakukan namun dengan menggunakan Rencana Pembelajaran (RP) sebagai basisnya?  Apakah tidak terlalu mudah?  Apakah hasilnya cukup terjamin?  Untuk mengatasi keraguan ini jawaban yang terkadang dikemukakan adalah “tidak boleh” hanya 1 cycle atau 2 cycles saja.  Jadi minimal dilaksanakan 3 cycles.  Jawaban yang senada adalah dengan memberikan batasan 1 cycle minimal adalah 3 – 4 kali pertemuan atau kurang lebih setara dengan rencana pembelajaran untuk 1 pokok bahasan.
Bentuk spiral sebagaimana yang telah dicantumkan, juga dapat digambarkan dengan format “Looping” suatu istilah yang dikenal dalam bidang pemrograman, seperti Levin’s Model (Interpreted by Kemmis), Levin’s Revised Model by Elliot, Elliot’s Model, Ebbut’s Model, McKernan Model, McKernan Model’s Modified by Hopkins, dan Stinger’s ModelSelain itu ada pula Hasmy’s Looping Model maupun Hasmy’s Full Looping Model yang dicantumkan pada dua halaman berikut ini.
Cycles baik yang digambarkan dalam bentuk Spiral maupun Looping Models juga dimungkinkan untuk dilakukan oleh guru maupun mahasiswa calon guru sebagaimana dimaksudkan dalam buku ini.  Cycles dilakukan apabila peneliti menganggap hasil pada suatu cycle belum mencapai target yang diharapkan, hasilnya belum memuaskan, atau masih diragukan, sehingga perlu dilakukan re-treatment (repetition).



DOWNLOAD file-file lengkap PTRK dalam bentuk e-book dengan meng-click link berikut:
http://www.ziddu.com/download/19009813/PenelitianTindakandiRuanganKelasPTRK.pdf.html

0 komentar:

Poskan Komentar